Minggu, 30 September 2012

Tugas 1



% by Volume
Density (g/ml)
0.00
0.99908
5.00
0.99190
10.00
0.98569
15.00
0.98024
20.00
0.97518
25.00
0.97008
30.00
0.96452
35.00
0.95821
40.00
0.95097
45.00
0.94277
50.00
0.9335
55.00
0.9235
60.00
0.9128
65.00
0.9013
70.00
0.8892
75.00
0.8765
80.00
0.8631
85.00
0.8488
90.00
0.8331
95.00
0.8153
100.00
0.7932






















Tugas

  1. Berapa massa 5 galon alcohol 40 % ?
 (1 galon = 3,7 L)

Jawab :

1.      V alk  = 5 x 3,7 L
           = 18,5 L

  bj alk 40 % = 0,95097

W alk = V x bj
           = 18,5 x 0,95097
       = 17,592945 gr, setara dengan 17,59 gr

Menentukan Bj Alkohol


Menentukan bj alkohol 80% dari larutan alkohol 96%

Dik          :       %1 alk    = 96%
                        %2 alk    = 80%
                        V2 alk     = 50mL
                        W piknometer kosong   = 23,170mg

Dit          :       bj alk 80% ?

Jwb         :       V1 . %1 = V2 . %2
                        V1 . 96 = 50mL . 80
                        V1 = 50ml . 80 / 96
                        V1 = 4000/96 mL
                        V1 = 41,6ml
                         
                  Di pipet alkohol 96% sebanyak 41,6ml dan diencerkan dengan aquadest sampai 50ml. 
                  Di timbang alkohol pengenceran menggunakan piknometer 25mL, didapat hasil  penimbangan sebesar 44.320mg sehingga bj dapat dihitung dengan :
                         
                       W alkohol 80%   = (W alcohol+pikno) – (W pikno kosong)
                                                        = (44,320 – 23,170) mg
                                                        = 21,150mg

                        bj     = W / V
                                = 21,150mg / 25ml
                                = 0,8460 g/L (bj alk 80% literatur = 0,8631 g/L)

                  Penyimpangan bj alkohol :
                        (%) Penyimpangan bj       = bj literatur – bj real x 100%bj literatur

                                                                  = 0,8631 – 0,8460 x 100%
                                                                            0,8631

                                                                  = 1,98%

Jumat, 21 September 2012

Laporan Praktikum ke-1 "Pembuatan Alat Distilasi Sederhana"

Laporan Praktikum Ke-1 “Pembuatan Alat Distilasi Sederhana”
I.    Dasar Teori
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini termasuk sebagai unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Dalam praktikum ini, kami mencoba untuk membuat sebuah alat distilasi sederhana yang dapat dibuat dengan menggunakan alat-alat sederhana yang dapat ditemukan disekitar kita.

II.    Alat dan Bahan 
Bahan :
•    Kaleng alumunium ukuran besar 1 buah
•    Kaleng alumunium ukuran sedang 1 buah
•    Kaleng alumunium ukuran kecil 1 buah
•    Selang aquarium 2 meter
•    Pipa alumunium ukuran kecil
•    Pompa aquarium
Alat    :
•    Heater
•    Bor
•    Lem besi 1 set

III.    Prosedur Kerja
Cara Kerja :
•    Disiapkan kaleng aluminium ukuran kecil, kemudian dilubangi sisi kanan atas dan bagian sisi kiri bawah dengan menggunakan bor sesuai dengan ukuran pipa aluminium. Setelah itu dilubangi bagian atas dan bagian bawah dengan bor sesuai dengan ukuran sesuai dengan ukuran pipa aluminium.
•    Potong pipa aluminium menjadi 3 buah. 2 buah dengan panjang 7 cm, 1buah dengan panjang 15 cm.
•    Dimasukkan pipa alumunium dengan panjang 7 cm kedalam lubang disisi kanan atas dan kiri bawah, kemudian direkatkan dengan lem besi. Dimasukkan pipa alumunium dengan panjang 15 cm kedalam lubang bagian atas dan bawah, kemudian direkatkan dengan lem besi.
•    Kemudian selang aquarium dibagi menjadi 4, kemudian dimasukkan pada setiap pipa alumunium.
•    Kaleng alumunium besar sebagai media water bath, kaleng alumunium ukuran sedang sebagai tempat untuk etanol.

Gambar alat distilasi sederhana




Kendala dan kesulitan dalam pembuatan alat distilasi ini adalah tidak pasnya pipa alumunium dengan lubang yang dibuat pada kaleng sehingga diperlukan lem besi untuk merekatkannya. Selain itu, setelah direkatkan dengan lem ketika dipergunakan untuk distilasi masih terjadi kebocoran.

IV.    Hasil dan Pembahasan
Alat distilasi yang telah dibuat telah di uji coba untuk proses distilasi alkohol dari tape ketan. Hasilnya adalah alat distilasi ini bekerja dengan baik menghasilkan distilat yang cukup banyak. Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan hasil distilasi alkohol masih mengandung banyak air.
Dalam praktikum ini pun kami mendapatkan kendala dan kesulitan dalam pembuatan alat distilasi ini adalah tidak pasnya pipa alumunium dengan lubang yang dibuat pada kaleng sehingga diperlukan lem besi untuk merekatkannya. Selain itu, setelah direkatkan dengan lem ketika dipergunakan untuk distilasi masih terjadi kebocoran.

V.    Kesimpulan
Alat distilasi sederhana dapat dibuat dengan menggunakan barang-barang yang berada disekitar kita dan alat distilasi ini mampu bekerja dengan cukup baik.

VI.    Refesensi
•    http://riyadhiadi.blogspot.com/2012/08/praktikum-distilasi-dan-pembuatan.html. Diunduh pada 22/09/12 pukul 16.01 WIB.
•    http://labkd.blog.ugm.ac.id/ diunduh pada 22/09/12 pukul 16.05 WIB.
•    http://wawan-junaidi.blogspot.com/2009/07/pengertian-distilasi.html diunduh pada 22/09/12 pukul 16.05 WIB.

Senin, 17 September 2012

Prosedur Uji Etanol



PROSEDUR UJI ETANOL

1.     Oksidasi dengan K2Cr2O7
Masukkan ke dalam 2 tabung reaksi yang berbeda 2 ml K2Cr2O7 2% dan tambahkan 5 tetes H2SO4 pekat. Goyangkan tabung reaksi tersebut kemudian tambahkan ke dalam tabung reaksi pertama 1 ml etanol. Dan ke dalam tabung reaksi kedua 1 ml isopropanol. Reaksi positif ditandai dengan terjadinya perubahan warna dari jingga ke hijau. Catat hasilnya!

2.     Tes Iodoform
Masukkan ke dalam 3 tabung reaksi yang berbeda 10 tetes etanol, isopropanol dan i-propanol. Tambahkan ke dalam setiap tabung reaksi 25 tetes NaOH 6M. Campuran dipanaskan pada suhu 60o C dalam penangas airdan teteskan larutan iodine (± 30 tetes) sambil diaduk hingga terbentuk warna coklat tetap. Tambahkan NaOH 6M hingga larutan tak berwarna. Panaskan kembali selama 5 menit. Dinginkan tabung reaksi dan amati apakah terbentuk endapan kuning!

3.     Kelarutan Fenol
Ambil 3 butir kristal fenol berukuran hampir sama dan masing-masing dimasukkan dalam 2 buah tabung reaksi. Tambahkan 5 ml aquadest dalam tabung pertama dan 5 ml NaOH 2M dalam tabung kedua. Goyangkan kedua tabung dan bandingkan kecepatan kristal fenol larut dalam kedua pelarut tersebut!

4.     Keasaman Fenol
Bandingkan keasaman larutan fenol dan larutan etanol dengan menggunakan kertas indikator. Catat pH hasil pengamatan!

5.     Tes FeCl3
Masukkan ke dalam 3 tabung reaksi yang berbeda 20 tetes etanol, larutan fenol dan larutan asam salisilat. Tambahkan 5 tetes FeCl3  ke dalam masing-masing tabung reaksi. Reaksi positif ditandai dengan terjadinya perubahan warna kuning terang menjadi hijau hingga ungu.