Minggu, 06 Januari 2013

Identifikasi Hidrokarbon

Percobaan ke-3
Senin, 12 November 2012

I.          TUJUAN
Ø Menyelidiki sifat-sifat fisik, kelarutan dan massa jenis senyawa hidrokarbon
Ø Membandingkan kereaktivan antara alkana, alkena dan senyawa aromatik
Ø Menggunakan sifat fisika dan sifat kimia untuk mengidentifikasi senyawa yang tidak diketahui (unknow).


II.          DASAR TEORI
Senyawa organik hanya mengandung atom hydrogen dan karbon yang disebut hidrokarbon. Hidrokarbon dapat dikelompokan sebagai berikut :

Sifat fisik yang dimiliki hidrokarbon disebabkan oleh sifat non polar dari semnyawa tersebut. Umumnya hidrokarbon tidak dapat bercampur dengan pelarut polar seperti air dan etanol. Sebaliknya, hidrokarbon dapat bercampur dengan pelarut yang relative non polar seperti karbon tetraklorida (CCl4) atau diklorometana (CH2Cl2). Reaktivitas kimia senyawa hidrokarbon ditentukan oleh jenis ikatannya. Hidrokarbon jenuh (alkana) tidak resktif terhadap sebagian besar pereaksi. Hidrokarbon tak jenuh (alkena dan alkuna), dapat mengalami reaksi adisi pada ikatan rangkap dua atau rangkap tiganya. Senyawa aromatic biasanya mengalami reaksi substitusi.



Reaksi yang terjadi pada hidrokarbon :
a.       Pembakaran
Hasil pembakaran hidrokarbon adalah CO2 dan H2O

CH4 + 2 O2  → CO2 + 2 H2O
b.      Reaksi Bromin
Hidrokarbon tek jenuh bereaksi cepat dengan bromine dalam larutan CCl4. Reaksi yang terjadi adalah adisi bromin pada karbon ikatan rangkap.
                                             Br   Br
                                            │    │
CH3-CH=CH-CH3 + Br2 ® CH3-CH-CH-CH3
                                                            Merah     tidak berwarna


                                                                  Br    Br
                                                                 │      │
CH3-C º C-CH3 + 2 Br2 ® CH3-C ¾ C-CH3
                                           merah             │     │
                                                      Br   Br
                                                           Tidak berwarna

Larutan bromin berwarna merah kecoklatan, sedangkan hasil reaksinya tidak berwarna. Sehingga terjadinya reaksi ini ditandai dengan hilangnnya larutan bromin. Alkana yang tidak memiliki ikatan rangkap, tidak bereaksi denga bromin (warna merah kecoklatan bromin tetap ada), sedangkan senyawa aromatik dapat mengalami reaksi substitusi dengam bromin dengan adanya katalis Fe atau AlCl3. Reaksi substitusi tersebut juga menghasilkan gas HBr.


c.       Reaksi dengan H2SO4 pekat
Hidrokarbon tak jenuh mengalami reaksi adisi dengan H2SO4pekat dingin. Produk yang dihasilkan adalah asam alkil sulfonat yang larut dalam H2SO4.
                                                                                       H    OSO2OH
                                                                                       │    │
CH3-CH-CH-CH3 + HOSO2OH ® CH3-CH-CH-CH3
                                                                    (H2SO4)

Hidrokarbon tak jenuh dengan H2SO4 pekat tidak bereaksi, sedangkan alkuna dan senyawa aromatic bereaksi lambat.

d.      Reaksi dengan KMnO4 (uji Baeyer)
Larutan KMnO4 mengoksidasi senyawa tak jenuh. Alkana dan senyawa aromatik umumnya tidak reaktif dengan KMnO4. Terjadinya reaksi ini ditandai dengan hilangnya warna ungu dari KMnO4 dan terbentuknya endapan coklat MnO4. Produk yang dihasilkan suatu glikol atau 1,2-diol.
                                                                                    OH OH
                                                                                                │    │
3 CH3-CH-CH-CH+ 2 KMnO4 + 4 H2® 3 CH3-CH-CH-CH+ 2 MnO4 + 2 KOH
                                Ungu                                                                 coklat


I.          ALAT DAN BAHAN
Peralatan :
·        Tabung reaksi.
·        Pipet tetes.
·        Batang penggaduk.
·        Kaca arloji.
·        Gelas piala.
·        Gelas ukur.

Bahan :
·        Sikloheksana.
·        Toluen.
·        Senyawa unknow.
·        H2SO4 pekat.
·        Br2 1% dalam heksana.
·        Minyak tanah.
·        KmnO4 1%.


II.          CARA KERJA




III.          HASIL PERCOBAAN



IV.          PEMBAHASAN

Percobaan kali ini bertujuan untuk mengidentifikasi sutu senyawa hidrokarbon berdasarkan sifat fisik dan kimia yang dimiliki senyawa tersebut. 
Berdasarkan hasil percobaan untuk sifat fisik yang ingin diketahui dari percobaan ini adalah kelarutan senyawa hidrokarbon (sikloheksana, toluena, unknown) tersebut dalam pelarut polar dan non polar. Dari percobaan yang telah dilakukan, diketahui bahwa senyawa hidrokarbon tidak larut dalam aquadest, dimana diketahui bahwa aquadest adalah pelarut polar. Pada reaksi tersebut, terbentuk dua fasa dimana aquadest dibawah, dan senyawa hidrokarbon diatas. hal ini karena perbedaan massa jenis senyawa hidrokarbon yang lebih kecil dari aquadest.  Sedangkan dalam minyak tanah yang diketahui merupakan senyawa non polar, senyawa hidrokarbon tersebut dapat larut. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa senyawa hidrokarbon bersifat non polar, karena kelarutannya dengan pelarut non polar. 
Sedangkan untuk sifat kimia, di identifikasi dengan penambahan larutan KMnO4 sebanyak 5 tetes dan H2SO4 pekat 10 tetes serta di uji dengan proses pembakaran. Berdasarkan hasil percobaan diperoleh bahwa sikloheksan dan toluena ketika ditambahkan dengan KMnO4 tidak dapat larut dan terdapat dua fasa yaitu, dibagian atas adalah larutan senyawa sedangkan di bawah adalah larutan KM nO4 sedangkan pada senyawa unknown terjadi pencampuran larutan yang menjadikan larutan unknown tersebut larut dengan KMnO4 dan warnanya menjadi ungu. Kemudian ketika penambahan H2SO4 pekat semua senyawa hidrokarbon terjadi perubahan suhu menjadi eksoterm  yang dikarenakan terjadinya reaksi dengan H2SO4 pekat, akan tetapi pada sikloheksana larutan tersebut larut, pada toluena terdapat endapan putih yang apabila didiamkan endapan tersebuut hilang atau larut karena telah habis bereaksi dengan H2SO4 pekat dan pada senyawa unknown larutannya tidak dapat larut sehingga terdapat 2 fasa yaitu, pada bagian atas merupakan senyawa unknown sedangkan yang dibawah adalah H2SO4 pekat. Lalu pada proses pembakaran dihasilkan nyala pembakaran yang berbeda-beda, untuk sikloheksana ketika dibakar nyala apinya cepat dan warna apinya orange hal ini dikarenakan sikloheksana cepat menguap sehingga ketika dibakar hanya terdapat api kecil, kemudian pada toluena ketika dibakar nyala api besar dan lama serta terdapat asap hitam yang kemudian menghanguskan wadah yang digunakan dan pada senyawa unknown terdapat api sedang berwarna orange yang menghasilkan asap hitam sedikit tetapi tidak menghanguskan wadah yang digunakan.
Dari hasil identifikasi percobaan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa senyawa unknown yang diuji senyawa hidrokarbon ikatan tak jenuh. Karena pada uji ini menunjukan adanya reaksi eksoterm dimana terjadi reaksi adisi yang menunjukan ikatan karbon dalam keadaan tak jenuh.


I.          KESIMPULAN
Senyawa toluena dan sikloheksana adalah ikatan hidrokarbon jenuh
Senyawa unknown adalah ikatan hidrokarbon tak jenuh

II.          DAFTAR ISI
Nurbayti,siti Msi. 2012.”penuntun praktikum Kimia Organik I”. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah
http://abie-moonshine.blogspot.com/2011/11/laporan-identifikasi-senyawa.html (di unduh pada tanggal 27 oktober 2012 pukul 15:30 wib)
http://choesnanmoesthofa.wordpress.com/2012/04/01/mangan-mn (di unduh pada tanggal 27 oktober 2012 pukul 15:32 wib)